- CATEGORY -
APARTMENT
ARSITEKTUR
ART
FOOD
GARDENING
GAYA HIDUP
HOUSING
RUANG SEWA KOMERSIL
SEJARAH
URBAN PLANNING
HOME >> RUANG SEWA KOMERSIL 2016-11-08 06:47:06

Tax Amnesty Malah Untungkan Developer Singapura

Beberapa pengamat mengatakan bahwa Tax Amnesty targetnya sudah tepat, yang salah adalah implementasinya.

Tax Amnesty Malah Untungkan Developer Singapura
Sumber Foto : plotratio.com

Baca Juga :
# Jakarta Bakal Bangun Gedung Tertinggi se-Asia Tenggara
# Inilah Tiga Pusat Belanja Favorit Warga Jakarta
# Lippo Agresif Dengan Robbinz Setelah Ceraikan Robinson

PLOTRATIO.COM - Belum hilang ingatan kita betapa penuh sesaknya seluruh kantor pajak di Jakarta dari antrian panjang wajib pajak menjelang berakhirnya periode pertama program tax amnesty akhir September lalu. Mereka berduyun-duyun memanfaatkan kesempatan membayar tebusan yang masih 2%.

Namun hasil dari tax amnesty tahap pertama ini masih sangat jauh dari harapan terutama dana repatriasi wajib pajak dari luar negeri (utamanya Singapura) yang dibawa kembali ke Indonesia. Realisasi dana repatriasi hanya dibawah 10% dari target keseluruhan program ini yang besarnya adalah Rp.1.000 Triliun.

Tidak jelas apakah karena targetnya yang terlalu tinggi ataukah karena realisasinya yang terlalu rendah.

Beberapa pengamat mengatakan bahwa targetnya sudah tepat, yang salah adalah implementasinya.

Ibarat madu yang manis dan harum, dana repatriasi menjadi solusi ditengah 'cekak'nya dana tersedia didalam negeri untuk membiayai proyek-proyek besar pemerintah, kebanyakan adalah infrastruktur. Dana itu juga diperlukan untuk menambal lubang minimnya Foreign Direct Investment akibat menurunnya investasi asing di Indonesia. Terpenting juga, dana repatriasi yang dalam mata uang asing ini akan memperkuat cadangan devisa yang sangat berguna untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah.

Ancaman pemerintah bahwa tahun 2018 akan diterapkan keterbukaan informasi keuangan diseluruh dunia juga didengungkan dalam setiap penyuluhan kepada seluruh wajib pajak. Data-data wajib pajak atas assetnya diseluruh dunia dapat diketahui dengan mudah dan menjadi obyek pajak.

Harapan tinggal harapan..!

Walaupun dikatakan program tax amnesty tidak gagal namun tidak ada satupun yang mengatakan program ini berhasil. Beberapa pengamat mengatakan bahwa instansi pemerintah gagal memanfaatkan momentum penting ini menjadi sebuah peluang. Bak sebuah team sepak bola, kerjasama team dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN tidak ada.

Disebutkan dalam ketentuan, dana repatriasi yang masuk harus di "tahan" selama 3 tahun dan sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan proyek besar di infrastruktur. Namun Kementerian BUMN lamban menangkap peluang tersebut.

Minimnya presentasi yang dilakukan didepan pemilik dana repatriasi tentang besarnya dana yang dibutuhkan, tingkat pengembalian investasi serta tingkat keuntungan investasi membuat keraguan pemilik dana atas uang yang akan mereka bawa masuk ke Indonesia. Padahal investasi saham atau deposito bukanlah sesuatu yang menarik bagi mereka.

Deklarasi akhirnya dipilih mereka ketimbang Repatriasi walaupun untuk itu mereka harus membayar tebusan 4% ketimbang Repatriasi yang cuma 2%. Dengan demikian dana mereka tetap diparkir diluar negeri dan dimana lagi kalau bukan Singapura?

Singapura adalah negara yang sangat dekat, hanya 1.5 jam saja dari Jakarta. Negara yang sangat stabil dibidang politik dan cocok dengan kebutuhan gaya hidup orang-orang kelas atas.

Menariknya, developer properti negara ini justru menangguk keuntungan besar dari program penting bangsa Indonesia dalam Tax Amnesty. Banyak orang-orang Indonesia yang menukar asset mereka yang semula dana tunai di bank-bank Singapura menjadi properti dinegara itu. Beberapa proyek properti mewah dinegara Singa itu mengalami lonjakan penjualan yang sangat tinggi dalam periode Januari hingga Agustus 2016, utamanya didaerah Orchard, favorit orang Indonesia untuk tinggal, belanja dan gaya hidup.

Bukankah Singapura juga termasuk negara yang ikut dalam Global Tax Reporting Requirements? Benar mereka masuk didalamnya namun para wajib pajak Indonesia merasa keterbukaan pelaporan pajak hanya berlaku pada asset yang disimpan di bank saja, tidak termasuk investasi di properti.

Tahun 2016 pembeli condominium dari Indonesia bahkan mengalahkan pembeli-pembeli dari Tiongkok dan Malaysia dinegara itu.

Orang Indonesia menyukai kepemilikan properti di Singapura karena di tahun 2016 harga properti adalah yang paling rendah dalam beberapa tahun terakhir. It's time to buy.. kata mereka. Faktor lain yang disukai adalah stabilnya negara itu dibidang politik, kepastian hukumnya dan juga sangat aman. Kapan properti Indonesia menjadi tuan rumah dinegeri sendiri?
 
Penulis : Tanto Kurniawan
Editor : ET24
Sumber : plotratio.com




 

- BERITA TERKAIT -
# Jakarta Bakal Bangun Gedung Tertinggi se-Asia Tenggara
Sebuah gedung tertinggi se-Asia Tenggara bakal dibangun di kawasan terpadu SCBD, Jakarta Selatan. Punya siapakah? Simak!
# Taipan Indonesia ini Pecahkan Rekor Tertinggi Properti Singapura
Satu lagi taipan Indonesia memecahkan rekor di kancah properti Singapura setelah Mulia Group menggegerkan pasar properti negara jiran.
# Orang Terkaya di Hongkong ini Ramaikan Properti Jakarta
Taipan dan orang terkaya di Hongkong ini melalui perusahaannya Cheung Kong Property Holdings, segera meramaikan properti di Jakarta.
# Mulia Group Bangun Salah Satu Gedung Tertinggi di Dunia
Bangunan ini di klaim akan menjadi bangunan tertinggi ke-15 di seluruh dunia.
# Mengulik Bisnis Lotte Ditengah Penyidikan Kejaksaan Korea Selatan
Lotte menghadapi krisis manajemen menyusul penyidikan oleh kejaksaan yang dilakukan dikantor pusatnya serta di 17 kantor perusahaan afiliasinya.
# Manuver Peritel Asing Dalam Penguasaan Ruang Komersial
Bisnis eceran skala besar tidak akan berkembang jika tidak menguasai beberapa faktor: modal, lokasi, strategi dan reputasi.

Untitled
Plotratio.com adalah media informasi tentang segala macam Real Estate.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan Berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari indonesia maupun dari luar Indonesia.
Powered by Sarangberita.com @102016