- CATEGORY -
APARTMENT
ARSITEKTUR
ART
FOOD
GARDENING
GAYA HIDUP
HOUSING
RUANG SEWA KOMERSIL
SEJARAH
URBAN PLANNING
HOME >> RUANG SEWA KOMERSIL 2016-10-26 05:39:19

Mengulik Bisnis Lotte Ditengah Penyidikan Kejaksaan Korea Selatan

Lotte menghadapi krisis manajemen menyusul penyidikan oleh kejaksaan yang dilakukan dikantor pusatnya serta di 17 kantor perusahaan afiliasinya.

Mengulik Bisnis Lotte Ditengah Penyidikan Kejaksaan Korea Selatan
Sumber Foto : plotratio.com

Baca Juga :
# Jakarta Bakal Bangun Gedung Tertinggi se-Asia Tenggara
# Inilah Tiga Pusat Belanja Favorit Warga Jakarta
# Lippo Agresif Dengan Robbinz Setelah Ceraikan Robinson

PLOTRATIO.COM - Bulan Juni 2016 lalu, Presiden Joko Widodo yang ditemani beberapa menteri melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Kunjungan yang amat penting karena posisi Korea Selatan sebagai investor terbesar ke 5 di Indonesia.

Korea Selatan kini menjadi kekuatan ekonomi penting di dunia, memiliki banyak perusahaan yang beroperasi di Indonesia sejak puluhan tahun lalu.

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Korea Selatan adalah sahabat yang penting bagi Indonesia. Kunjungan tersebut juga dalam upaya untuk mengundang lebih banyak lagi investasi Korea Selatan serta mendengar aspirasi dari pimpinan tertinggi beberapa perusahaan Korea Selatan.

Dalam kunjungannya tersebut, Presiden mengadakan pertemuan penting dengan Presiden Korea Selatan dan jajaran menteri-menterinya. Disamping itu, juga dilakukan 2 pertemuan dengan pimpinan tertinggi 2 perusahaan raksasa Korea Selatan, Posco dan Lotte Group.

Dalam pertemuan dengan Lotte Group yang diadakan di Hotel Lotte Seoul, Presiden Joko Widodo didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Kepala BKPM Franky Sibarani dan Kepala Staff Kepresidenan Teten Masduki.

Sedangkan pihak Lotte Group diwakili oleh Chairman Shin Dong Bin, Presiden Direktur Hwang Kag Gyu, CEO Lotte Petrochemical Huh Soo Young dan CEO Lottemart Kim Jong In.

Di Indonesia, Lotte Group memiliki perusahaan petrokimia besar dan terpandang di Asia Tenggara yang diakuisisi dari Titan Chemicals. Lotte juga memiliki 39 supermarket/hypermarket dengan nama Lottemart, department store, duty free, 33 restaurant Lotteria serta Angel in Us Cafe.

Dalam pertemuan itu Shin Dong Bin meminta dukungan pemerintah Indonesia atas bisnis Lotte di Indonesia serta menyampaikan rencana ekspansi bisnis dimasa mendatang. Saat itu Lotte sedang menjajaki untuk melakukan akuisisi sebuah mall kelas atas di Jakarta, Senayan City.

Lotte telah menunjuk penasehat keuangan, Samil Pricewaterhouse & Coopers untuk melakukan due dilligent. Seperti diketahui status mall Senayan City adalah BOT antara pengembang Agung Podomoro Group dengan Yayasan Gelora Bung Karno.

Lotte juga telah menanda tangani nota kesepahaman (MOU) dengan Salim Group untuk masuk dalam bisnis e-commerce yang direncanakan akan diresmikan pada akhir 2016.

Namun siapa menyangka bahwa pertemuan penting itu dilakukan ditengah penyelidikan/penyidikan oleh pihak Kejaksaan Korea Selatan atas sebuah mega skandal yang melibatkan perusahaan raksasa tersebut.

Kasus mega skandal itu bak film drama Korea yang populer di layar kaca. Lotte menghadapi krisis manajemen menyusul penyidikan oleh kejaksaan yang dilakukan dikantor pusatnya serta di 17 kantor perusahaan afiliasinya. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 200 jaksa dikerahkan untuk menggerebek ke 17 kantor di Seoul termasuk kantor pusat, rumah kediaman pribadi Shin Dong Bin serta rumah kediaman dari pimpinan kunci Lotte Group. Hal tersebut dipicu dari dugaan penggelapan dana IPO unit usaha hotel dan penyuapan untuk perolehan ijin operasi toko Duty Free.

Penyidikan tersebut akhirnya membatalkan rencana perusahaan untuk melakukan akuisisi perusahaan kimia di Amerika Serikat, Axiall Corp. Tidak diketahui apakah kasus itu juga menyebabkan rencana akuisisi Senayan City tidak dilanjutkan lagi. IPO unit bisnis hotel diperkirakan memasukkan dana sebesar rp. 60 triliun atas penjualan 47.850.000 lembar saham yang merupakan IPO terbesar 2016.

IPO kemudian dibekukan oleh otoritas keuangan Korea Selatan sedangkan ijin operasi toko Duty Free terbesar ke 2 di Seoul juga batal diberikan akibat adanya suap dalam proses pengajuan ijin tersebut.

Bagaimana skandal itu bisa terkuak? Ternyata terjadi pertempuran sengit dalam keluarga pemilik Lotte Group yang kemudian berimbas pada terbukanya skandal tersebut.

Kasus diawali dengan dipecatnya putera tertua pendiri Lotte Group, Shin Dong Joo, pimpinan tertinggi Lotte Holdings Co Jepang. Keputusan diambil oleh sang adik, Shin Dong Bin, chairman Lotte Group yang menurut pengakuannya adalah instruksi sang ayah, Shin Kyuk Ho, pendiri Lotte Group.

Shin Dong Jo yang dipanggil ke Seoul tidak percaya bahwa itu adalah keputusan sang ayah. Dia kemudian menemui ayahnya dan mengajak Shin Kyuk Ho ke Jepang untuk memecat direksi baru yang ditunjuk oleh Shin Dong Bin dan memulihkan posisi Shin Dong Joo. Shin Kyuk Hoo menuntut Shin Dong Bin untuk membatalkan pemecatan Shin Dong Joo sebagai Kepala Keluarga Shin pengganti Shin Kyuk Hoo yang telah uzur.

Shin Jung Sook, adik perempuan Shin Kyuk Hoo ikut membuat suasana semakin kelam pada saat dia mengajukan petisi kepada pengadilan di Seoul untuk mempertanyakan kemampuan mental sang kakak yang berusia 93 tahun serta menunjuk wali pengampu. Namun Shin Dong Joo tidak tinggal diam, dia mengumpulkan jajaran manajemen dan memutar video rekaman sang ayah yang menunjuk dirinya sebagai pimpinan tertinggi Lotte Group.

Namun dia gagal membentuk dewan direksi yang diusulkannya pada Lotte Holdings Co Jepang. Beberapa hari selanjutnya, giliran sang ayah, pendiri Lotte Group kehilangan kursinya pada unit usaha Hotel dan toko Duty Free.

Masing-masing pihak membuka aib lawannya yang berujung pada informasi mengenai skandal penggelapan dan suap yang dilakukan Lotte Group.

Dari informasi tersebut, pada bulan Juni 2016, Kejaksaan Seoul bergerak cepat, menggerebek kantor kantor Lotte Group dan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan korupsi. Dana IP0 unit usaha hotel sebesar rp. 60 triliun ditetapkan sebagai dasar pengembangan penyidikan lebih lanjut.

Kejaksaan kemudian menahan Shin Young Ja, saudara perempuan Shin Dong Bin dengan tuduhan penyuapan dan penggelapan dalam bisnis toko Duty Free. Pada bulan Agustus yang lalu, wakil Chairman Lotte Group, Lee In Won, orang nomor 2 dan seorang profesional ditemukan meninggal hanya beberapa jam sebelum memberikan kesaksian dikantor Kejaksaan Seoul.

Pihak polisi Seoul menyatakan, dari pemeriksaan awal, kematian diduga akibat bunuh diri. Pada bulan September 2016, Pengadilan Seoul menunjuk sebuah Firma Hukum untuk menjadi Wali Pengampu Shin Kyuk Ho untuk menangkal upaya Shin Dong Joo yang berambisi untuk mengambil alih pucuk pimpinan Lotte Group. Shin Dong Joo dan Shin Dong Bin kemudian dimintai keterangan/kesaksian oleh pihak Kejaksaan dalam penyidikan penggelapan dan penghindaran pajak perusahaan.

Para penyidik Kejaksaan juga meminta kesaksian dari sang ayah serta saudara jauh sang ayah. Komisi Dagang Korea juga mengajukan permohonan investigasi atas Shin Kyuk Ho kepada pengadilan dengan aduan kesalahan pengelolaan Lotte Group. Suasana semakin runyam saja.

Akhir September 2016 pengadilan Seoul menolak permintaan untuk penahanan Shin Dong Bin, sang Chairman Lotte Group. Tampaknya pihak Shin Dong Bin diatas angin dalam pertikaian sengit ini.

Tentu menarik bagi kita semua untuk mengikuti perkembangan kasus ini, ibaratnya kita sedang menonton film drama Korea dilayar bioskop layar lebar tidak lagi dilayar televisi karena besarnya pengaruh Lotte Group tidak hanya di Korea tetapi juga diseluruh belahan dunia. Bagaimana nasib bisnis Lotte Group di Indonesia kedepan? Tidak ada yang bisa memastikan.

Sayang sekali hasil dari pertemuan Presiden Joko Widodo dan jajaran menterinya dengan Shin Dong Bin dan jajaran direksinya baru terlihat setelah proses pengadilan di Seoul diselesaikan terlebih dulu. Kapan?
 
Penulis : Tanto Kurniawan (Penulis Buku Cash Flow is King)
Editor : ET24
Sumber : plotratio.com


 
Video :


 

- BERITA TERKAIT -
# Jakarta Bakal Bangun Gedung Tertinggi se-Asia Tenggara
Sebuah gedung tertinggi se-Asia Tenggara bakal dibangun di kawasan terpadu SCBD, Jakarta Selatan. Punya siapakah? Simak!
# Taipan Indonesia ini Pecahkan Rekor Tertinggi Properti Singapura
Satu lagi taipan Indonesia memecahkan rekor di kancah properti Singapura setelah Mulia Group menggegerkan pasar properti negara jiran.
# Tax Amnesty Malah Untungkan Developer Singapura
Beberapa pengamat mengatakan bahwa Tax Amnesty targetnya sudah tepat, yang salah adalah implementasinya.
# Orang Terkaya di Hongkong ini Ramaikan Properti Jakarta
Taipan dan orang terkaya di Hongkong ini melalui perusahaannya Cheung Kong Property Holdings, segera meramaikan properti di Jakarta.
# Mulia Group Bangun Salah Satu Gedung Tertinggi di Dunia
Bangunan ini di klaim akan menjadi bangunan tertinggi ke-15 di seluruh dunia.
# Manuver Peritel Asing Dalam Penguasaan Ruang Komersial
Bisnis eceran skala besar tidak akan berkembang jika tidak menguasai beberapa faktor: modal, lokasi, strategi dan reputasi.

Untitled
Plotratio.com adalah media informasi tentang segala macam Real Estate.
Sebagai media belajar, pengetahuan dan menambah wawasan.
Menyajikan Berita dari berbagai sumber terpercaya baik dari indonesia maupun dari luar Indonesia.
Powered by Sarangberita.com @102016